Minggu, 28 Februari 2010

Zigbee

Zigbee


Zigbee merupakan padanan kata Zig dan Bee. Zig berarti zig-zag dan Bee berarti lebah. Zigbee memiliki komunikasi seperti lebah, yaitu tidak menentu. Zigbee adalah teknologi yang memfokuskan pada data rate rendah, konsumsi daya redah, biaya rendah, target protokol wireless untuk aplikasi otomasi dan kendali remote.

Tipe Node Zigbee/IEEE 802.15.4 :
  1. FFD
    FFD dapat berfungsi sebagai PAN coordinator, coordinator atau end device, dan berkomunkasi ke RFD atau FFD lainnya.
  2. RFD
    RFD digunakan untuk aplikasi yang sangat sederhana dan hanya bisa berkomunikasi kepada FFD. RFD dapat dikategorikan sebagai end device.

Teknologi Zigbee mengakomodir dua jenis Topologi, yaitu Single Hop (Topologi Star) dan Multi Hop (Peer to Peer). Di dalam jaringan Zigbee, harus ada satu PAN coordinator yang bertindak sebagai node pusat dan bertanggung jawab untuk memulai jaringan.

Dalam topologi star, komunikasi antar node harus melewati PAN coordinator (maksimal dua hope), sedangkan pada peer to peer komunikasi antarnode langsung menuju node tujuan tanpa melewati PAN coordinator.

Zigbee memiliki transfer rate max. 250 Kbps dengan jarak 10 m - 70 m. Kelebihan yang dimiliki Zigbee adalah murah, pengoperasian yang mudah dan hemat daya.

Zigbee meggunakan tiga band frekuensi yang digunakan secara berbeda. Untuk saat ini, frekuensi 915 Mhz digunakan di Amerika, 868 Mhz di Eropa, dan 2,4 Ghz di Jepang.

Peranan Zigbee dibandingkan dengan Bluetooth adalah Zigbee dapat melakukan komunikasi data dengan 6500 node Zigbee dalam waktu bersamaan dengan metode komunikasi multihop ad hoc, tanpa harus melakukan pengaturan. Jenis komunikasi star dan pohon dapat digunakan sesama Zigbee tanpa base station atau access point, sehingga dapat melakukan komunikasi secara acak (mesh network).

Keunikan Zigbee dapat dioperasikan dengan sebuah baterai (ukuran kancing) selama satu tahun lebih dengan peralatan sensor Zigbee non stop. Zigbee dapat mengirimkan data sebanyak 127-bit. Zigbee hanya membutuhkan data 30 ms untuk inisialisasi (dari kondisi sleep sampai bangun hanya butuh waktu 15 ms). Ini sangat cocok untuk peralatan sensor yang membutuhkan operasi kecepatan waktu ON/OFF tinggi.


Sumber :
www.kamusilmiah.com
www.ittelkom.ac.id/library

0 komentar:

Poskan Komentar