Kamis, 25 Februari 2010

IPv6

IPv6



IPv6 (sering disebut alamat IPv6) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang dilakukan di dalam sebuah protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 6. Panjang total adalah 128-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 2128=3,4 x 1038 host komputer di seluruh dunia.

IPv6 memiliki versi desain yang berbeda dan memiliki kemampuan lebih dibandingkan dengan IPv4, juga ditunjang dengan kemampuan addressing yang lebih luas.

IPv6 menawarkan banyak keuntungan dibandingkan dengan IPv4 diantaranya adalah format header yang lebih simple menyebabkan proses transmisi data semakin cepat. Adanya extension header yang memungkinkan service lebih baik dalam hal security dan mobility.

Total alamat IPv6 yang lebih besar dibandingkan dengan IPv4, yaitu sebesar 2128=3,4 x 1038 bertujuan untuk menyediakan ruang alamat yang tidak habis (hingga beberapa masa ke depan), dan membentuk infrastruktur routing yang hierarki, sehingga mengurangi kompleksitas proses routing dan tabel routing.

Dalam IPv6, konfigurasi alamat dengan menggunakan DHCP server dinamakan dengan stateful address configuration, sementara jika tanpa menggunakan DHCP server dinamakan dengan stateles address configuration.

A. Format Alamat
Dalam IPv6, alamat 128-bit akan dibagi ke dalam 8 blok berukuran 16-bit, yang dapat dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal 4-digit. Setiap blok heksadesimal akan dipisahkan dengan tanda titik dua (:). Format ini sering dikenal dengan colon-hexadecimal format.
Berikut adalah contoh hasil konfersi ke dalam heksadesimal :
21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A

B. Penyederhanaan Bentuk Alamat
Alamat IPv6 masih dapat disederhanakan dengan membuang angka 0 pada setiap blok yang berukuran 16-bit, dengan menyisakan satu digit terakhir
Contoh :
21DA:D3:0:2F3B:2AA:FF:FE28:9C5A

Konversi pada pengalamatan IPv6 diperbolehkan dilakukan lebih jauh lagi, yakni dengan membuang banyak karakter 0, pada sebuah alamat yang banyak angka 0, maka alamat tersebut dapat disederhanakan dengan menggunakan tanda titik dua (:). Penyederhanaan seperti ini sebaiknya dilakukan sekali saja untuk menghindari kebingungan.
Untuk menentukan berapa banyak bit bernilai 0 yang dibuang dan digantikan dengan tanda titik dua pada IPv6, dapat dilakukan dengan menghitung berapa banyak blok yang tersedia pada alamat tersebut, kemudian dikurangkan dengan 8 dan dikali dengan 16.
Contoh :
alamat FF02::2 hanya mengandung 2 blok alamat (blok FF02 dan 2), maka jumlah bit yang dibuang adalah (8-2) x 16 = 96-bit.

C. Format Prefiks
Prefiks adalah bagian dari alamat IP, dimana bit-bit memiliki nilai-nilai yang tetap atau bit-bit tersebut merupakan bagian dari sebuah rute atau subnet identifier. Prefiks pada IPv6 direpresentasikan dengan cara [alamat]/[angka panjang prefiks]. Panjang prefiks menentukan jumlah bit terbesar paling kiri yang membuat prefiks subnet.
Contoh :
3FFE:2900:D005:F28B::/64
64 bit pertama dari alamat tersebut dianggap sebagai prefiks alamat dan 64 bit sisanya dianggap sebagai interface ID.

D. Jenis-Jenis Alamat IPv6
  1. Alamat Unicast
    Menyediakan komunikasi secara point to point, secara langsung antara 2 host dalam sebuah jaringan.
  2. Alamat Multicast
    Menyediakan metoda untuk mengirimkan sebuah paket data ke banyak host yang berada pada group yang sama (one to many).
  3. Alamat Anycast
    Menyediakan metoda penyampaian paket kepada anggota terdekat dari sebuah grup (one to one to many). Alamat ini hanya sebagai alamat tujuan (destination address) dan hanya diberikan kepada router.
  4. Link Local
    Merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam satu subnet.
  5. Site Local
    Merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam satu intranet.
  6. Global Address
    Merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam internet berbasis IPv6.

E. Unicast Address
  • Unicast Global
  • Unicast Site-Local
  • Unicast Link-Local
  • Unicast yang belum ditentukan (Unicast Unspecified Address)
  • Unicast Loopback
  • Unicast 6to4
  • Unicast ISATAP
  1. Unicast Global Address
    Alamat unicast ini mirip dengan alamat IPv4, dikenal sebagai Aggregatable Global Unicast Address. Alamat ini dapat secara global dirujuk oleh host-host di internet dengan menggunakan proses routing. Struktur alamat ini terbagi atas topologi tiga level (Public, State, Node).
  2. Unicast Site-Local Address
    Ruang lingkup alamat ini terdapat pada internetwork dalam sebuah site milik sebuah organisasi. Prefiks yang digunakan adalah FEC0 : : / 48.
  3. Unicast Link-Local Address
    Alamat ini adalah alamat yang digunakan oleh host-host dalam subnet yang sama. Host-host yang berada pada subnet yang sama akan menggunakan alamat ini secara otomatis agar dapat berkomunikasi. Alamat ini juga memiliki fungsi resolusi alamat, yang disebut Neighbor Discovery. Prefiks alamat yang digunakan adalah FE80 : : / 64.
  4. Unicast Unspedified Address
    Alamat ini adalah alamat yang belum ditentukan oleh seorang administrator atau tidak menemukan sebuah DHCP server untuk meminta alamat. Nilai alamat ini adalah 0 : 0 : 0 : 0 : 0 : 0 : 0 : 0 atau dapat disingkat menjadi dua titik dua ( : : ).
  5. Unicast Loopback Address
    Alamat Unicast Loopback adalah alamat yang digunakan untuk mekanisme interprocess communication (IPC) dalam sebuah host. Dalam IPv6, alamat yang diterapkan adalah 0 : 0 : 0 : 0 : 0 : 0 : 0 : 1 atau : : 1.
  6. Unicast 6to4 Address
    Alamat Unicast 6to4 adalah alamat yang digunakan oleh dua host IPv4 dan IPv6 dalam internet IPv4 agar dapat saling berkomunikasi. Alamat ini sering digunakan sebagai pengganti alamat publik IPv4. Alamat ini aslinya menggunakan prefiks alamat 2002 : : / 16, dengan tambahan 32 bit dari alamat publik IPv4 untuk membuat sebuah prefiks dengan panjang 48 bit, dengan format 2002 : WWXX : YYZZ : : / 48, dimana WWXX dan YYZZ adalah representasi dalam notasi colon-decimal format dari notasi dotted decimal format w.x.y.z dari alamat publik IPv4. Contoh alamat IPv4 157 . 60 . 91 . 123 diterjemahkan menjadi alamat IPv6 2002 : 9D3C : 5B7B : : / 48.
  7. Unicast ISATAP Address
    Alamat Unicast ISATAP adalah sebuah alamat yang digunakan oleh dua host IPv4 dan IPv6 dalam sebuah intranet IPv4 untuk dapat saling berkomunikasi. Alamat ini menggabungkan prefiks alamat unicast link-local, alamat unicast site-local (yang dapat berupa 6to4) yang berukuran 64 bit dengan 32 bit ISATAP identifier (0000 : 5EFE), lalu diikuti dengan 32 bit alamat IPv4 yang dimiliki oleh interface atau sebuah host. Prefiks yang digunakan adalah subnet prefiks. ISATAP dapat menangani alamat pribadi dan publik IPv4.

F. Multicast Address
Alamat Multicast IPv6 sama halnya dengan IPv4. Paket-paket yang ditujukan kepada sebuah alamat multicast akan disampaikan terhadap semua interface yang dikenali oleh alamat tersebut. Prefiks alamat yang digunakan oleh alamat multicast IPv6 adalah FF00 : : / 8.

G. Anycast Address
Alamat Anycast dalam IPv6 mirip dengan IPv4, tapi diimplementasikan dengan cara yang lebih efisien dibandingkan dengan alamat IPv4. Umumnya anycast digunakan oleh Internet Service Provider (ISP) yang memiliki banyak client. Meskipun alamat anycast menggunakan unicast, tapi fungsinya berbeda dengan unicast. IPv6 menggunakan anycast untuk mengidentifikasi beberapa interface yang berbeda dan akan menyampaikan paket-paket yang dialamatkan ke sebuah alamat anycast ke interface terdekat yang dikenali oleh alamat tersebut. Hal ini sangat berbeda dengan multicast, karena anycast menyampaikan paket ke salah satu dari banyak penerima.




Sumber :
id.wikipedia.org/wiki/IPv6
http://www.apjii.or.id/risetIPv6
http://www.dikti.org
http://www.isi.edu

0 komentar:

Poskan Komentar