Minggu, 14 Februari 2010

VoIP, Sistem Penomoran, Regulasi dan Konfigurasi

VoIP

Voice over Internet Protocol (VoIP) adalah teknologi yang memungkinkan percakapan suara jarak jauh melalui media internet . Data suara diubah menjadi kode digital dan dialirkan melalui jaringan yang mengirimkan paket-paket data, dan bukan lewat sirkuit analog telepon biasa.


A. Keuntungan VoIP
  1. Biaya lebih rendah untuk sambungan langsung jarak jauh. Penekanan utama dari VoIP adalah biaya. Dengan dua lokasi terhubung dengan internet maka biaya percakapan menjadi lebih rendah.
  2. Memanfaatkan infrastruktur jaringan data yang sudah ada untuk suara. Berguna jika perusahaan sudah mempunyai jaringan. Jika memungkinkan jarigan yang ada bisa dibangun jaringan VoIP dengan mudah. Tidak diperlukan tambahan biaya bulanan untuk penambahan komunikasi suara.
  3. Penggunaan bandwidth yang lebih kecil dari telepon biasa. Dengan majunya teknologi, penggunaan bandwidth dapat dimampatkan sehingga suara hanya membutuhkan sekitar 8kbps bandwidth.
  4. Memungkinkan digabung dengan jaringan telepon lokal yang sudah ada. Dengan adanya gateway bentuk jaringan VoIP bisa disambungkan dengan PABX yang ada di kantor. Komunikasi antar kantor bisa menggunakan pesawat telepon biasa.
  5. Berbagai bentuk VoIP bisa digabungkan menjadi jaringan yang besar.
  6. Variasi penggunaan peralatan yang ada.

B. Kelemahan VoIP
  1. Kualitas suara tidak sejernih TELKOM yang merupakan efek dari kompresi suara dengan bandwidth kecil.
  2. Ada jeda dalam berkomunikasi, kecuali dengan koneksi Broadband.
  3. Regulasi dari pemerintah RI membatasi penggunaan untuk disambung ke jaringan milik TELKOM.
  4. Jika belum terhubung secara 24 jam ke internet perlu janji untuk berhubungan.
  5. Jika memakai internet dan komputer di belakang NAT (Network Address Translation), maka dibutuhkan konfigurasi khusus untuk membuat VoIP tersebut berjalan.
  6. Tidak pernah ada jaminan kualitas jika VoIP melewati internet.
  7. Peralatan relatif mahal.
  8. Berpotensi menyebabkan jaringan terhambat. Jika pemakaian VoIP semakin banyak, maka ada potensi jaringan data yang ada menjadi penuh jika tidak diatur dengan baik.
  9. Penggabungan jaringan tanpa dikoordinasi dengan baik akan menimbulkan kekacauan dalam sistem penomoran

C. Sistem Penomoran VoIP
  1. Penomoran VoIP Merdeka dimulai dengan prefiks 6288, diikuti dengan 3 digit Kode Operator dan 7 digit nomor End Point :
    6288 ppp eeeeeee
    Dimana :
    6288 : Kode VoIP Merdeka
    ppp : Kode Operator (3 digit)
    eeeeeee : Nomor End Point (7 digit)
  2. Kode Operator diklasifikasikan menjadi 2 jenis (ISP dan Non-ISP)
  3. Alokasi Kode Operator
  • Alokasi untuk ISP :
    6288901 s/d 6288998 (Tahap-1)
    6288501 s/d 6288699 (Tahap-2, hanya jika Tahap-1 habis)
  • Alokasi untuk Non-ISP :
    6288101 s/d 6288499 (Tahap-1)
    6288701 s/d 6288899 (Tahap-2, hanya jika Tahap-1 habis)
    • Dicadangkan :
      6288888, 6288999, 6288111 untuk test OGK
      6288000 s/d 6288099 untuk penggunaan di masa depan

    D. Regulasi Penomoran VoIP
    1. Dasar pengaturan VoIP
      • Menciptakan iklim kompetisi sehingga dapat menunjang pembangunan industri telekomunikasi nasional secara keseluruhan
      • Mencegah persaingan yang tidak sehat antara penyelenggara jasa
      • Menjamin pembangunan baru
      • Masyarakat harus mendapatkan standar kualitas pelayanan yang memenuhi persyaratan
      • Mencegah terjadinya gangguan teknis terhadap jaringan PSTN/bergerak yang ada dengan menetapkan standar teknis sesuai FTP
      • Telekomunikasi yang berkelanjutan
    2. Implementasi
      • Saat ini izin VoIP hanya diberikan kepada penyelenggara jasa teleponi dasar yaitu TELKOM, INDOSAT dan SATELINDO
      • Operator lain untuk mendapatkan izin harus mengadakan PKS (Pola Kerja Sama) dengan TELKOM, INDOSAT dan SATELINDO
      • Mengupayakan balancing tarif LOKAL, SLJJ, dan SLI
      • Suatu ketika jika dirasa sudah siap dibuka kompetisinya, izin VoIP dapat diberikan tanpa PKS dengan TELKOM dan/atau INDOSAT

    E. Protokol VoIP
    Protokol VoIP secara umum dibagi menjadi dua bagian, yaitu Control/Signaling Data dan Data Voice.
    1. Control VoIP adalah trafik yang berfungsi untuk menghubungkan dan menjaga trafik yang sebenarnya yaitu berupa Data Voice. Juga menjaga seluruh operasi jaringan (Router to Router Communications). Dikenal juga dengan istilah Packet Signalling.
    2. Data Voice adalah trafik user berupa informasi yang disampaikan end-to end yang dikenal juga sebagai Packet Voice. VoIP menggunakan IP sebagai "Basic Transport", pada layer transport VoIP menggunakan UDP.

    F. Arsitektur Jaringan VoIP
    Di bawah ini adalah komponen-komponen yang berada pada konfigurasi jaringan yang dibuat :
    1. IP Phone
      IP Phone adalah suatu hardware yang biasa digunakan untuk komunikasi VoIP. Pada bagian ini terjadi pengolahan sinyal analog menjadi digital untuk kemudian dilakukan proses paketisasi menjadi paket IP.
    2. Swtich
      Perangkat ini berfungsi juga untuk merutekan trafik dari end user ke router
    3. Router
      Pada bagian ini akan dilakukan proses pengaktifan RSVP dengan menset setiap interface menjadi enable untuk fungsi RSVP. Proses ini dilakukan pada interface information pada bagian QoS information.
    4. Server
      Server merupakan penyedia layanan aplikasi dalam jaringan.

    G. Konfigurasi VoIP
    1. Konfigurasi Phone to Phone
      Konfigurasi ini menghubungkan antara telepon dengan telepon dengan melewati jaringan IP dengan menggunakan perangkat VoIP Gateway yang berfungsi untuk melakukan konversi voice menjadi data dengan proses paketisasi dan sebaliknya.
    2. Konfigurasi PC to PC
      Konfigurasi ini menghubungkan antara terminal PC dengan PC lainnya menggunakan perangkat router. Proses encoding, kompresi, dan enkapsulasi terjadi pada PC. Sedangkan router bertugas mengenali IP address tujuan yang terdapat pada datagram dan merutekan sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Aplikasi yang digunakan pada terminal PC menggunakan software softphone atau berupa aplikasi tertentu seperti Neetmeeting atau sejenisnya.
    3. Konfigurasi Phone to PC atau Sebaliknya
      Konfigurasi ini menghubungkan antara terminal PC dengan terminal telepon atau sebaliknya dengan menggunakan suatu gateway untuk proses konversi suara menjadi data dan sebaliknya. Konfigurasi ini dapat menghubungkan antara terminal user dengan basis PSTN dengan terminal user yang berada di jaringan IP.


    Sumber :
    http://id.wikipedia.org/wiki/VoIP
    http://www.ittelkom.ac.id/library









    0 komentar:

    Poskan Komentar