Sabtu, 27 Maret 2010

OSI Layer SS7

Untuk memahami SS7, diperlukan pemahaman mengenai OSI Layer, berikut lapisan-lapisan OSI Layer :
  1. Layer 1 - Physical
  2. Layer 2 - Data Link
  3. Layer 3 - Network
  4. Layer 4 - Transport
  5. Layer 5 - Session
  6. Layer 6 - Presentasion
  7. Layer 7 - Application
Pada Layer pertama, yang bekerja adalah Message Trasnfer Part (MTP), yaitu :
  1. MTP Level 1, lebih spesifik ke physical, electrical dan memiliki karakteristik fungsionalitas signalling data links. Beberapa diantaranya adalah DS0A dan V.35.
  2. MTP Level 2, menjamin transmisi yang reliable dengan menggunakan teknik seperti Messafe Sequencing dan Frame Check Sequence seperti CRC (Cyclic Redundancy Check), berikut format MTP level 2 :
    • Flag (F) : Indikasi awal dan akhir signal unit
    • Cyclic Redundancy Check (CK) : 16 bit checksum yang harus sama antara orginating dan terminating
    • Signalling Information Field (SIF) : Indikasi info routing dan signalling yang digunakan pada layer di atasnya
    • Signalling Information Octet (SIO) : Indikator service dan versi yang akan digunakan oleh layer di atasnya
    • Lenght Indicator (LI) : menampilkan banyaknya oktet pada message tersebut
    • Forward Indicator Bit (FIB) : digunakan untuk error recovery dan nomor portable untuk mengindikasikan data base siap di query
    • Forward Sequence Number (FSN) : Indikator sequence number signal unit
    • Backward Indicator Bit (BIB) : untuk error recovery
    • Backward Sequence Number (BSN) : digunakan untuk anknowledge -receipt dari signal unit
    SS7 menggunakan 3 tipe untuk signalling unit :
    • Message Signal Unit ; digunakan sebagai jalan semua data informasi termasuk yang berhubungan dengan call control, network dan mantenance
    • Link Status Signal Unit ; menyediakan link status indication, sehingga link dapat dimonitor dan sistem akan tahu link kapan out of service
    • Fill-in Signal Unit ; menampilkan pengecekan error dan akan di transmit kan sat MSU atau LSSU ada
  3. MTP Level 3, menyediakan fungsi sebagai Message Address Routing dan Network Management.

    Network element pada ANSI SS7 didasarkan pada pengalamatan yang biasa di sebut point codes. Sebuah point code terdiri dari 9 digit yang terbagi dalam 3 group : XXX-YYY-ZZZ

    XXX = Network Identification

    YYY = Cluster Member

    ZZZ = Member Number

    tiap nomor berasal dari 8 digit, jadi range nya dari 000-254. Semua elemen network di SS7 ditandai (dialamati) dengan sebuah POINT CODE.

    Untuk point code dari perangkat Huawei, point code-nya berformat hexadesimal, sedangkan Alcatel berformat 4-3-4-3.
    Di tiap STP diberikan unique point code untuk keperluan network routing. STP juga menggunakan special addressing point code yang disebut Alias Point Code yang digunakan untuk me-route kan message ke STP berikutnya. Alias code diberikan kepada STP-STP yang saling adjacent secara langsung dengan tujuan agar kedua STP saling mengenal.
    GT (Global Title) adalah addressing yang digunakan untuk pengiriman antar SSP (misal : dari MSC ke HLR). Ketika sebuah MSC ingin berkomunikasi dengan HLR, maka MSC tersebut akan menggunakan GT dari HLR yang ditujunya. Hubungan dari MSC ke HLR nantinya akan melalui beberapa STP. Oleh STP yang terhubung langsung dengan MSC, GT HLR yang berasal dari MSC tadi akan diterimanya dan akan ditranslasikan ke point code STP berikutnya. Komunikasi antara MSC dan STP terdekatnya tadi menggunakan point code masing-masing di mana point code MSC sebagai OPC (Originating Point Code) dan point code STP sebagai DPC (Destination Point Code).
    MTP Level 3 juga memiliki critical network management function yang terbagi menjadi tiga, yaitu :
    • Link Management : menyediakan manajemen local signalling link seperti link activation, deactivation dan restoration
    • Route Management
    • Traffic Management : mengatur pengaturan trafik-trafik yang out of service

Sedangkan untuk Layer Application, SS7 yang bekerja pada Layer ini ada beberapa macam, diantaranya :
  1. CAMEL (Customized Application For Mobile Network Enhanched Logic), yaitu fitur dalam jaringan telekomunikasi yang merupakan alat bantu dalam penyediaan layanan (Operator Spesific Service). CAMEL adalah standar Intelligent Network (IN) pada jaringan GSM yang dibuat oleh ETSi (European). Dengan adanya CAMEL, pengguna ponsel sebagai end-user dapat menggunakan layanan yang sama pada jaringan operator lain (roaming) dengan menggunakan nomor telepon yang sama dan mendapat tagihan hanya dari operator asal (Home Operator).
  2. CAP (CAMEL Application Part) merupakan implementasi dari fungsionalitas yang ada di dalam CAMEL. CAP adalah protokol yang digunakan pada interface gsmSSF dengan gsmSCF atau gsmSCF dengan gsmSRF. Protokol ini dilewatkan pada jaringan SS7 (TDM) ataupun jaringan Packet (IP/SIGTRAN). CAMEL merupakan ekstensi dari Core INAP yang dikeluarkan ETSi.
  3. INAP (Intelligent Network Application Part), yaitu protokol pensinyalan antara Switching.
  4. ISDN User Part (ISUP) enabler memberikan sinyal beralih tulang punggung antara unsur-unsur dasar dan layanan tambahan untuk panggilan pendirian, pengawasan dan pelepasan circuit Switched koneksi jaringan untuk layanan telekomunikasi. ISUP mendukung rangkaian analog dan digital, serta panggilan manajemen sinyal untuk transmisi data. Perangkat yang mendukung ISUP diantaranya ITU-T, ETSi, ANSI, TCC, NTT, dan lain-lain. Fungsi ISUP adalah :
    • Membentuk, memlihara, dan melepaskan panggilan dan koneksi
    • Mengawasi dan mengelola infrastruktur sirkuit

    ISUP mengendalikan sirkuit yang digunakan untuk membawa suara atau lalu lintas data. Selain itu, keadaan sirkuit dapat diverifikasi dan dikelola dengan menggunakan ISUP. Pengelolaan infrastruktur sirkuit dapat terjadi baik di tingkat sirkuit individu atau kelompok yang terdiri dari rangkaian. Jenis layanannya antara lain :
    • Switching
    • Voice Mail
    • Internet Offload

    ISUP sangat ideal untuk aplikasi seperti Switching dan Voice Mail, di mana panggilan akan dialihkan antara endpoint. Ketika digunakan bersamaan dengan TCAP dan SIGTRAN, ISUP menjadi enabler untuk Internet Offload, di mana sesi internet yang relatif panjang dapat diisolasi dari percakapan telepon yang relatif singkat.
  5. TIA/EIA-41 merupakan imlpementasi dari Carrier-Grade, infrastruktur sinyal selular yang ditargetkan ke CDMA, TDMA dan jaringan AMPS dan merupakan dasar untuk memberikan karakteristik mobilitas mereka.
  6. TCAP (Transaksi Capabilities Application Part) menggunakan jasa transportasi MTP dan SCCP untuk mendukung layanan berbasis transaksi yang terkait wireline, wireless dan jaringan IP. TCAP digunakan untuk mendukung layanan jaringan Intelligent, Layanan Mobilitas, Layanan Tambahan dan Layanan Pesan Singkat (SMS)
  7. GSM Mobile Application (MAP GSM) memungkinkan untuk implementasi Carrier Grade, infrastrktur sinyal jaringan selular yang ditargetkan ke jaringan GSM dan merupakan dasar untuk memberikan karakteristik mobilitas.
  8. Signalling Connection Control Part (SCCP) menyediakan transportasi TCAP connectin pesan. SCCP memberikan layanan routing untuk TCAP pada end-to-end dasar, yang suplemen point-to-point routing MTP. Selain itu, SCCP global judul diterjemahkan ke titik kode dan nomor subsistem, menyederhanakan pemeliharaan tabel routing dalam jaringan.
  9. AIN (Advance Intelligent Network) memungkinkan untuk implementasi carrier-grade.
  10. TUP (Telephone User Part) mengendalikan sirkuit yang digunakan untuk membawa lalu lintas suara. Selain itu, kondisi sirkuit dapat diverifikasi dan dikelola dengan menggunakan TUP. Pengelolaan infrastruktur sirkuit dapat terjadi baik di tingkat sirkuit individu dan kelompok yang terdiri dari rangkaian.
  11. GSM BSSAP-LE (Base Station System Application Part, Location Services Extension) memungkinkan untuk pelaksanaan layanan berbasis lokasi server dan antarmuka. GSM BSSAP-LE mendukung the Uplink Time Difference of Arrival (U-TDOA) Location Method, teknologi yang dipilih untuk mendukung persyaratan ketat dari US E-911 FCC direktif. Hal ini memungkinkan pengguna komputer dapat menemukan orang lain, kendaraan, sumber daya, layanan, dan lain-lain. Juga memungkinkan menemukan pengguna, serta memungkinkan pengguna mengidentifikasi lokasi mereka sendiri.

Sumber :
www.forumsains.com/internet-dan-networking
www.ulticom.com/html/products/signalware-ss7
nurcholis175.wordpress.com/2007/06/21/signalling-system-7-ss7

0 komentar:

Poskan Komentar